SUARASELATAN.com, Takalar – Kualitas udara di Sulawesi Selatan yang mulai masuk kategori tidak sehat mendapat perhatian serius dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Takalar.
Masyarakat diimbau untuk kembali mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah.
Imbauan ini menyusul rilis BMKG terkait peningkatan konsentrasi partikel halus (PM2.5) di udara. Pantauan di lapangan menunjukkan lapisan kabut tipis dan debu mulai terlihat di sejumlah titik di Kecamatan Pattallassang, seperti kawasan pusat kota, depan RS Maryam Citra Medika, hingga area Taman Kita.
Kepala Dinas Kesehatan Takalar, dr. Nilal Fauziah, menjelaskan bahwa partikel PM2.5 sangat berbahaya karena ukurannya yang mikro tidak mampu disaring oleh bulu hidung manusia.
”Partikel PM2.5 ini sangat halus dan bisa masuk langsung ke paru-paru. Dampaknya bisa memicu ISPA, batuk, flu, hingga iritasi mata,” kata dr. Nilal, Rabu (14/10/2026).
Untuk mengantisipasi dampak buruk polusi udara tersebut, Dinkes Takalar membagikan beberapa imbauan penting bagi masyarakat:
- Gunakan Masker Standar: Disarankan memakai masker bedah, N95, atau KN95 saat keluar rumah agar mampu menyaring partikel mikro.
- Kurangi Aktivitas Luar: Batasi kegiatan di luar ruangan jika tidak ada keperluan mendesak.
- Jaga Kebersihan & Imunitas: Rutin mencuci tangan, minum air putih minimal 2 liter sehari, serta menjaga daya tahan tubuh dengan pola makan sehat dan istirahat cukup.
- Antisipasi Sinar Matahari: Gunakan pelindung seperti topi/payung dan pakaian longgar untuk mengurangi paparan panas langsung.
dr. Nilal menegaskan, seluruh Puskesmas di Takalar kini disiagakan untuk memantau perkembangan kasus ISPA secara real-time setiap hari. Fasilitas kesehatan, dokter, dan ketersediaan obat-obatan juga telah disiapkan.
”Masyarakat yang mengalami gejala gangguan pernapasan diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Pengobatannya tetap dijamin dan ditanggung oleh BPJS Kesehatan,” pungkasnya.(*)











