Bekal Mandiri Usai Bebas, 3 Warga Binaan Lapas Takalar Diberi Pelatihan Barbershop

Bekal Mandiri Usai Bebas, 3 Warga Binaan Lapas Takalar Diberi Pelatihan Barbershop
Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) saat mempraktikkan teknik pemangkasan rambut dalam program pelatihan vokasional barbering di Lapas Kelas IIB Takalar, Jumat (16/10/2026).

SUARASELATAN.com, Takalar – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Takalar terus memperkuat program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Terbaru, sebanyak tiga warga binaan mendapatkan pelatihan khusus keterampilan memangkas (barbering) dan merawat rambut sebagai bekal produktif usai bebas kelak, Jumat (16/10/2026).

Bacaan Lainnya

Hari Kesaktian Pancasila - Bupati dan Wakil Bupati Takalar - Suaraselatan

Hari Kesaktian Pancasila - Muh. Ibrahim Bakri - Suaraselatan

 title=

Pelantikan Bupati Daeng Manye Jadi Ketua DPC HKTI Takalarr

Dalam program praktis ini, para peserta tidak hanya dibimbing menguasai teknik dasar potong rambut dan estetika pemangkasan, tetapi juga diajarkan standar pelayanan pelanggan (customer service) agar siap bersaing di industri jasa barbershop.

Kepala Subseksi Bimbingan Kerja Lapas Takalar, Rizal, menjelaskan bahwa keahlian memangkas rambut memiliki peluang usaha yang sangat terbuka luas di tengah masyarakat.

“Kami memberikan keterampilan terapan yang bisa dimanfaatkan secara nyata. Dengan ketekunan, keahlian potong rambut ini dapat menjadi modal mandiri untuk membuka usaha sendiri maupun bekerja secara profesional,” ujar Rizal.

Salah seorang warga binaan peserta pelatihan berinisial DN mengaku bersyukur mendapat kesempatan berharga ini selama berada di dalam lapas.

“Saya ingin terus mengasah ketelitian memangkas rambut. Keterampilan ini jadi bekal utama saya untuk mencari nafkah halal serta membuka usaha sendiri saat bebas nanti,” ungkap DN.

Sementara itu, Kalapas Kelas IIB Takalar, Andi Gunawan, menegaskan bahwa pembinaan kemandirian merupakan esensi utama sistem pemasyarakatan dalam menyiapkan reintegrasi sosial warga binaan.

“Kami ingin warga binaan tidak sekadar menjalani masa hukuman, tetapi pulang membawa keahlian baru agar mandiri secara ekonomi dan memiliki daya saing kerja,” tegas Andi Gunawan.

Pihak Lapas Takalar memastikan akan terus memfasilitasi berbagai program vokasional yang berorientasi pada peningkatan produktivitas warga binaan.(*)

Pos terkait