SUARASELATAN.com, Takalar – Kemeriahan Pawai Santri menjadi magnet utama dalam perhelatan Festival Pondok Pesantren se-Kabupaten Takalar Tahun 2026 di Lapangan Upacara Kantor Bupati Takalar, Kamis (22/10/2026).
Pelepasan iring-iringan pawai dan pembukaan pameran potensi pesantren tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, bersama jajaran Forkopimda dan Kepala Kantor Kemenag Takalar.
Bupati Daeng Manye menegaskan bahwa festival ini merupakan komitmen pemerintah daerah dalam memberikan panggung apresiasi bagi peran strategis dunia pesantren.
“Pawai ini bukan sekadar jalan bersama, melainkan syiar Islam sekaligus ajang mempererat silaturahmi antar-pesantren. Santri adalah aset bangsa dan benteng moral penentu masa depan,” tegas Daeng Manye.
Diikuti 17 Pesantren dan Atraksi Marching Band
Mengambil titik start di Lapangan Kantor Bupati, barisan pawai melintasi jalan protokol kota sebelum kembali ke titik finish.
Parade diawali atraksi energik dari marching band SMPN 1 Takalar, disusul barisan defile dari 18 Pondok Pesantren se-Kabupaten Takalar, di antaranya Ponpes Al-Fatih, Nurul Asafah Pattallassang, Miftahul Ulum Sanrobone, Assalamiyah Galesong, hingga PP Jamal Rahma.
Suasana kian semarak dengan pertunjukan marching band SD Center Pattallassang, Ponpes Modern Nurul Asafah, dan ditutup oleh atraksi marching band MTs Mannongkoki.
Pameran Produk Kreatif Santri
Usai melepas peserta pawai, Bupati bersama rombongan meninjau stan Pameran Pondok Pesantren. Pameran tersebut memajang beragam produk kreatif karya santri, mulai dari karya tulis ilmiah, seni kaligrafi, hingga produk kewirausahaan mandiri hasil binaan pesantren.
Melalui perhelatan ini, Pemkab Takalar berharap peran pesantren sebagai pusat pendidikan berakhlak, syiar dakwah, dan penggerak ekonomi warga semakin kokoh di Butta Panrannuangku.(*)












