SUARASELATAN.com, Takalar – Pemerintah Kecamatan Pattallassang menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Penyusunan Rencana Pembangunan Tahun Anggaran 2027 di Baruga Pannrannuanku, Sabtu (14/2/2026).
Ada hal menarik yang menjadi pembeda pada forum perencanaan tahunan ini. Panitia pelaksana tampil kompak mengenakan pakaian adat khas Sulawesi Selatan, seperti baju bodo bagi perempuan serta jas tutup yang dilengkapi songkok recca (songkok guru) bagi laki-laki.
Suasana sakral makin terasa lantaran setiap narasumber yang hendak menyampaikan paparan disambut oleh alunan tabuhan gendang tradisional. Sentuhan kearifan lokal ini sukses mempertegas identitas budaya di tengah pembahasan agenda pembangunan daerah.
Konsep unik tersebut mendapat pujian langsung dari Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Takalar, Rahmansyah Lantara. Ia menilai persiapan Musrenbang Kecamatan Pattallassang sangat matang dan sudah layaknya helatan tingkat kabupaten.
Apresiasi serupa disampaikan legislator DPRD Takalar dari Fraksi PKS, Darwis Sijaya. Menurutnya, konsep yang dikemas oleh Camat Pattallassang, Bansuhari Said, mencerminkan keseriusan pihak kecamatan dalam menyerap aspirasi warga secara paripurna.
“Gagasan dan ide-ide dari Camat Pattallassang menunjukkan kesiapan serta komitmen kuat untuk membawa Kecamatan Pattallassang ke arah yang lebih baik,” ujar Darwis Sijaya.
Selain jajaran pemerintah kecamatan dan lurah se-Kecamatan Pattallassang, Musrenbang ini turut dihadiri empat anggota DPRD Takalar dari Daerah Pemilihan (Dapil) 1, yakni Darwis Sijaya (PKS), Ahmad Afandi (PDI Perjuangan), Husniah Rachman (Demokrat), dan Nur Alim Rukman (NasDem).
Sejumlah instansi teknis juga hadir mengawal usulan warga, di antaranya perwakilan Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, Dinas Pendidikan, serta Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP).
Camat Pattallassang, Bansuhari Said, mengungkapkan bahwa forum ini menghimpun sebanyak 80 usulan program skala prioritas yang bersumber dari hasil Musrenbang di tingkat kelurahan.
“Sebanyak 80 usulan prioritas tersebut akan menjadi fokus pembahasan dan penyelarasan, agar sejalan dengan visi daerah menuju Takalar Maju dan Berdaya Saing melalui Ekonomi Digital,” jelasnya.
Pelaksanaan Musrenbang yang sarat nilai kebudayaan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pihak eksekutif, legislatif, dan masyarakat dalam mengawal arah pembangunan Kecamatan Pattallassang pada Tahun Anggaran 2027 mendatang.(*)












