Jaga Kelestarian Jalur Pendakian Bulu Pengka, KPH Kelara dan DLHK Sulsel Turun Tangan Lakukan Aksi Ini

KPH Kelara DLHK Sulsel Gelar Aksi Bersih dan Patroli Hutan di Jalur Pendakian Bulu Pengka
Pengawasan Kawasan Hutan Jeneponto: Personel KPH Kelara DLHK Sulsel bersama pengelola basecamp Bulu Pengka dalam kegiatan patroli intensif di jalur pendakian Bulu Pengka. (Foto Istimewa/TIM Media KPH Kelara)

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H

SUARASELATAN.com, Jeneponto – Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH Kelara) Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Sulawesi Selatan kembali melaksanakan patroli perlindungan hutan di kawasan Bulu Pengka melalui jalur pendakian via Bonto Lebang.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Perlindungan Hutan dan Pemberdayaan Masyarakat, Arfiudin, A. S.Hut, bersama personel Polisi Kehutanan (Polhut) RPH Bangkala, serta melibatkan Kepala Basecamp Bulu Pengka via Bonto Lebang. Patroli difokuskan pada upaya menjaga keamanan kawasan hutan dari berbagai potensi gangguan seperti perambahan, penebangan liar, serta aktivitas yang dapat merusak ekosistem hutan.

Bacaan Lainnya

Selain kegiatan patroli, tim juga melaksanakan aksi bersih sampah di sepanjang jalur pendakian. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekaligus mengedukasi para pendaki agar lebih bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan selama aktivitas pendakian.

Kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut dari arahan Kepala KPH Kelara DLHK Sulsel, Nur Awwal, S.STP., M.Si, yang menekankan pentingnya peningkatan pengawasan kawasan hutan serta penguatan edukasi kepada masyarakat dan para pendaki dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Kepala Seksi Perlindungan Hutan dan Pemberdayaan Masyarakat, Arfiudin, A. S.Hut, menyampaikan bahwa kegiatan patroli yang dirangkaikan dengan aksi bersih sampah ini merupakan langkah nyata dalam menjaga kelestarian hutan.

“Kami mengimbau kepada seluruh pendaki agar menerapkan prinsip ‘bawa naik, bawa turun’, sehingga tidak ada sampah yang tertinggal di kawasan hutan. Kelestarian hutan adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara petugas kehutanan, pengelola basecamp, dan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik dalam menjaga fungsi hutan sebagai penyangga kehidupan sekaligus destinasi wisata alam yang berkelanjutan.(*)

Pos terkait