Penipuan Online AI Deepfake Marak, Kejari Takalar Ingatkan Warga dalam Talkshow Takalar Menyapa

Penipuan Online AI Deepfake Marak, Kejari Takalar Ingatkan Warga dalam Talkshow Takalar Menyapa
Suasana Talkshow bersama Kejari Takalar dalam program Takalar Menyapa di Studio Radio Suara Lipang Bajeng, Rabu 8 April 2026. (Foto: Istimewa/Tim Media Kominfo Takalar)

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H

SUARASELATAN.com, Takalar – Ancaman penipuan online AI deepfake kini menjadi fokus perhatian serius Kejaksaan Negeri (Kejari) Takalar. Dalam program talkshow “Takalar Menyapa” yang disiarkan langsung dari Studio Radio Suara Lipang Bajeng, Rabu 8 April 2026. masyarakat diminta mewaspadai kecanggihan teknologi yang mampu memanipulasi suara dan wajah tersebut untuk tujuan kejahatan digital.

Acara tersebut dipandu oleh Host Hesty yang menghadirkan narasumber Kepala Seksi pada Bidang Intelijen Kejaksaan Negeri Takalar, Median Suwardi.

Bacaan Lainnya

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H

Ia menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai bentuk penipuan, baik melalui media daring, telepon, maupun pesan singkat.

Kasi Intel Kejari Takalar edukasi modus penipuan AI Deepfake di Radio Suara Lipang Bajeng

“Saya menghimbau kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap maraknya penipuan, baik secara online maupun melalui telepon yang tidak jelas,” ujar Median, Kepala Seksi pada Bidang Intelijen Kejaksaan Negeri Takalar

Ia menjelaskan, pola yang digunakan pelaku umumnya relatif serupa, mulai dari menawarkan keuntungan yang tidak masuk akal, menjanjikan hadiah gratis, hingga menjual barang dengan harga sangat murah. Selain itu, pelaku kerap meminta data pribadi atau menggunakan metode pembayaran yang tidak lazim.

Untuk menghindari hal tersebut, masyarakat diminta lebih teliti mengenali ciri-ciri penipuan digital. Langkah yang disarankan antara lain memeriksa keaslian alamat situs (URL), menghindari tautan mencurigakan dari pesan asing, serta menelusuri profil penjual yang minim aktivitas.

5 Cara Hindari Penipuan AI Deepfake & Online

Agar tidak menjadi korban kejahatan digital terbaru, berikut panduannya

  1. Verifikasi Suara & Video: Jika menerima telepon dari keluarga/atasan yang meminta uang dengan suara mencurigakan, segera tutup dan hubungi kembali melalui nomor resmi atau video call untuk memastikan wajahnya asli.
  2. Jangan Klik Tautan Asing: Hindari mengklik link (URL) dari nomor tidak dikenal di WhatsApp atau SMS, terutama yang menjanjikan hadiah atau kurir paket.
  3. Cek Legalitas Situs: Pastikan alamat situs web dimulai dengan https:// dan periksa ejaannya. Penipu sering menggunakan nama mirip seperti ://bank-abc-palsu.com.
  4. Lindungi Data Pribadi: Jangan pernah memberikan kode OTP, NIK, atau foto KTP kepada pihak mana pun yang menghubungi lewat telepon atau media sosial.
  5. Gunakan Kata Kunci Rahasia: Untuk keluarga terdekat, buatlah satu “kata sandi rahasia” yang hanya diketahui internal guna memastikan identitas saat situasi darurat di telepon.

Dalam kasus penipuan melalui telepon dan SMS, masyarakat diminta tidak mudah percaya pada pihak yang mengaku berasal dari instansi pemerintah atau perbankan. “Jika menerima panggilan mencurigakan, sebaiknya segera ditutup dan dikonfirmasi ke layanan resmi instansi terkait,” tambahnya.

Menariknya, Median juga menyoroti perkembangan modus terbaru yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), termasuk teknik deepfake voice yang mampu meniru suara seseorang secara sangat meyakinkan.

Modus ini dinilai berbahaya karena pelaku dapat menyamar sebagai atasan, anggota keluarga, bahkan pejabat, untuk membujuk korban mentransfer uang atau memberikan informasi penting.

Menurutnya, menghadapi ancaman tersebut diperlukan kombinasi antara kewaspadaan teknis dan pemahaman hukum. Ia berharap masyarakat tidak hanya melek teknologi, tetapi juga lebih kritis dalam menyaring setiap informasi yang diterima.

“Kesadaran dan kehati-hatian adalah kunci utama agar tidak menjadi korban,” pungkasnya.(*)

Pos terkait