SUARASELATAN.com, Takalar – Komitmen Pemerintah Kabupaten Takalar dalam mempercepat penanganan dan eliminasi Tuberkulosis (TBC) menarik perhatian tingkat nasional hingga internasional. Tim dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI bersama World Bank turun langsung mengunjungi Puskesmas Mangarabombang, Kabupaten Takalar, Kamis (8/10/2026).
Kunjungan lapangan tersebut dilakukan dalam rangka pendampingan sekaligus pembelajaran implementasi program Indonesia Supporting Tuberculosis Elimination (I STEP). Puskesmas Mangarabombang sendiri diproyeksikan menjadi salah satu percontohan (pilot project) penguatan eliminasi TBC berbasis daerah.
Kedatangan tim peninjau didampingi langsung oleh jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar, meliputi Kepala Dinas Kesehatan, Plt Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), serta Plt Kabid Pelayanan Kesehatan (Yankes).
Selain berfokus pada evaluasi program TBC, rombongan juga meninjau pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan kesiapan infrastruktur digitalisasi layanan kesehatan di puskesmas tersebut.
Skrining Lapangan dan Tracing Masif di Desa Bangae
Rangkaian agenda diawali dengan pemaparan kondisi umum puskesmas, capaian program TBC, serta mekanisme pelaksanaan CKG, baik di dalam maupun di luar gedung pelayanan.
Selanjutnya, tim Kemenkes dan World Bank bergerak menuju Posyandu Bunga Anggrek di Desa Bangae untuk melihat aktivitas layanan kesehatan masyarakat secara langsung.
Rombongan juga memantau kegiatan pelacakan (tracing) TBC di Kantor Desa Bangae yang melibatkan sekitar 100 warga sasaran. Penelusuran masif ini krusial untuk memperluas jangkauan skrining, menemukan suspek TBC lebih awal, dan memberikan penanganan medis sesuai standar kesehatan.
Inovasi “Assamaturu Bebas TBC” dan Peluang Bantuan Fasilitas X-Ray
Aksi tanggap di lapangan ini merupakan wujud nyata penerapan inovasi “Assamaturu Bebas TBC” yang digagas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar. Inovasi lokal ini berfokus pada penguatan pencegahan, penemuan kasus dini, pelacakan kontak, hingga pengobatan pasien secara tuntas.
Kunjungan evaluasi ini turut membawa kabar baik bagi peningkatan sarana medis daerah. Kemenkes merencanakan alokasi bantuan alat penunjang diagnosis berupa fasilitas X-Ray (foto rontgen) untuk Puskesmas Mangarabombang.
Keberadaan sarana X-Ray modern tersebut diyakini akan meningkatkan akurasi penegakan diagnosis TBC di tingkat puskesmas, sehingga penanganan pasien dapat dilakukan lebih cepat dan efisien.
Sinergi antara Kemenkes, World Bank, Pemkab Takalar, tenaga medis, kader kesehatan, dan pemerintah desa ini diharapkan menjadi fondasi kuat untuk mewujudkan target Kabupaten Takalar Bebas TBC.(*)









