Buka Festival Ponpes 2026, Bupati Takalar Puji Kreativitas dan Seni Santri Butta Panrannuangku

Buka Festival Ponpes 2026, Bupati Takalar Puji Kreativitas dan Seni Santri Butta Panrannuangku
Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye (ketiga dari kiri depan) didampingi jajaran Forkopimda dan pimpinan daerah saat membuka secara resmi Festival Pondok Pesantren se-Kabupaten Takalar di Lapangan Kantor Bupati Takalar, Kamis malam (22/10/2026).

Hut Sulsel ke 357, Bupati dan Wakil Bupati Takalar - Suaraselatan

SUARASELATAN.com, Takalar – Malam pembukaan Festival Pondok Pesantren se-Kabupaten Takalar dalam rangka Hari Santri Nasional (HSN) 2026 berlangsung semarak di Lapangan Upacara Kantor Bupati Takalar, Kamis malam (22/10/2026).

Perhelatan akbar yang berlangsung pada 22–24 Oktober 2026 ini dibuka secara resmi oleh Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, didampingi jajaran Forkopimda, tokoh agama, serta ratusan santri se-Butta Panrannuangku.

Bacaan Lainnya

Hari Kesaktian Pancasila - Bupati dan Wakil Bupati Takalar - Suaraselatan

Hari Kesaktian Pancasila - Muh. Ibrahim Bakri - Suaraselatan

 title=

Pelantikan Bupati Daeng Manye Jadi Ketua DPC HKTI Takalarr

Mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, festival ini menjadi ajang konsolidasi dan silaturahmi akbar bagi 24 pondok pesantren di Kabupaten Takalar.

Dalam arahannya, Bupati Daeng Manye menegaskan bahwa festival ini merupakan bukti komitmen Pemkab Takalar dalam mendukung dunia pendidikan keagamaan.

“Festival ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum krusial mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah, pimpinan pesantren, tokoh agama, santri, dan masyarakat,” tegas Daeng Manye.

Panggung Seni dan Inovasi Santri

Ajang ini memberi ruang bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat potensi pesantren, sekaligus mempertegas peran santri dalam menjaga benteng moral dan karakter bangsa.

Melalui panggung seni dan pameran kreativitas, para santri membuktikan bahwa tradisi pesantren mampu berjalan beriringan dengan perkembangan zaman.

Selama tiga hari pelaksanaan, festival ini menghadirkan lima agenda utama: Apel Santri, Pawai Santri, Pameran Potensi Pesantren, Pagelaran Seni Santri, dan Seminar Kepesantrenan.(*)

Pos terkait