Warga Binaan Lapas Takalar Antusias Belajar Keaksaraan Fungsional, Kini Lancar Membaca dan Menulis

Warga binaan Lapas Takalar memakai peci sedang serius belajar membaca dan menulis di ruang kelas keaksaraan fungsional
Sejumlah warga binaan Lapas Kelas IIB Takalar dengan penuh antusias mengikuti proses pembelajaran membaca dan menulis dalam program keaksaraan fungsional, Kamis (11/6/2026)

 SUARASELATAN.com, Takalar – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Takalar konsisten jalankan program keaksaraan fungsional bagi Warga Binaan.

Kegiatan ini fokus membantu Warga Binaan yang belum mampu atau masih terbatas dalam membaca, menulis dan berhitung agar memiliki kemampuan dasar yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Bacaan Lainnya

Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik, Hasran Pratama, mengatakan program keaksaraan fungsional sudah berjalan lama dan menyasar Warga Binaan yang belum lancar membaca dan menulis.

“Saat ini ada delapan Warga Binaan yang mengikuti program ini. Program ini sudah berjalan sekitar empat sampai lima bulan dan Warga Binaan mengalami perubahan signifikan. Mereka sudah bisa membaca dan menulis,” jelasnya, Kamis 11 Juni 2026.

Salah seorang Warga Binaan, Asri, antusias mengikuti kegiatan ini. Kegiatan ini memberikan kesempatan belajar tanpa rasa malu.

“Kami kadang merasa malu belajar mengingat umur yang sudah kepala tiga. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi kami untuk belajar tanpa rasa malu,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Takalar, Andi Gunawan, menjelaskan kegiatan ini sangat penting karena tidak hanya meningkatkan kemampuan dasar Warga Binaan, tetapi juga menjadi sarana penting dalam proses pembinaan, pemberdayaan, dan persiapan mereka untuk kembali menjadi anggota masyarakat produktif.

“Warga Binaan yang memiliki kemampuan literasi lebih baik akan lebih mudah memahami aturan, berkomunikasi dan beradaptasi ketika kembali ke masyarakat,” kata Andi.

Andi menambahkan pihaknya senantiasa memberikan pembinaan positif selama menjalani masa pembinaan di Lapas.

“Kami ingin Warga Binaan benar-benar memanfaatkan waktunya saat berada di sini sehingga saat bebas mereka bisa menjadi manusia mandiri, produktif dan berbudi,” tandasnya.(*)

Pos terkait