SUARASELATAN.com, Takalar – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Takalar terus memperkuat program pembinaan kepribadian melalui pembinaan keagamaan bagi warga binaan. Kegiatan ini terlaksana berkat kerja sama yang telah lama terjalin antara Lapas Kelas IIB Takalar dan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Takalar dalam upaya membentuk pribadi warga binaan yang lebih baik melalui pendidikan agama Islam, Selasa 14 Juli 2026.
Program pembinaan tersebut dilaksanakan secara rutin setiap Senin hingga Jumat dalam bentuk pembelajaran membaca Al-Qur’an. Selain itu, setiap hari Jumat juga diselenggarakan kegiatan dzikir bersama yang diikuti oleh warga binaan. Setelah kegiatan mengaji, para peserta mendapatkan siraman rohani melalui ceramah agama yang disampaikan oleh penyuluh agama Islam dari Kementerian Agama Kabupaten Takalar.
Kasubsi Registrasi, Awaluddin, menyampaikan jika kerja sama ini telah berlangsung cukup lama dan menjadi salah satu bentuk pembinaan yang memberikan dampak positif bagi warga binaan.
“Kerja sama antara Kementerian Agama dan Lapas Takalar sudah berjalan sejak lama. Setiap minggu kami melaksanakan pembelajaran mengaji dari hari Senin sampai Jumat, kemudian pada hari Jumat juga dilaksanakan kegiatan dzikir. Setelah belajar mengaji, warga binaan diberikan ceramah agama sebagai bekal untuk meningkatkan pemahaman keislaman mereka,” katanya.
Sementara itu, Penyuluh Kemenag, Fitri, menyampaikan jika proses pembelajaran menghadapi berbagai tantangan. Kemampuan membaca Al-Qur’an warga binaan tidak sama. Sebagian masih belajar dari dasar karena belum pernah mengenal huruf hijaiyah, sementara warga binaan yang berusia lanjut memerlukan waktu lebih lama untuk memahami materi yang diberikan.
“Kendalanya memang ada beberapa warga binaan yang memulai belajar dari nol. Ada juga yang sudah berusia lanjut sehingga membutuhkan pendampingan lebih intensif. Namun kami tetap berupaya mendampingi mereka dengan sabar sampai benar-benar memahami dan mampu membaca Al-Qur’an dengan baik,” jelasnya.
Seorang warga binaan, YD, mengapresiasi kegiatan ini menurutnya kegiatan ini memberikan dampak positif bagi dirinya.
“Ini mungkin hikma masuk ke Lapas. Saya punya waktu belajar membaca Al-Qur’an,” katanya.
Terpisah, Kepala Lapas Takalar, Andi Gunawan, menyampaikan jika melalui pembinaan yang dilakukan secara berkesinambungan, kemampuan membaca Al-Qur’an warga binaan terus meningkat.
“Indikator keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari kemampuan mengenal huruf hijaiyah, tetapi juga dari peningkatan kelancaran membaca Al-Qur’an serta pemahaman terhadap bacaan yang dipelajari,” katanya.
Andi Gunawan menambahkan jika program pembinaan keagamaan ini menjadi salah satu bagian penting dalam proses pembinaan di Lapas Kelas IIB Takalar.
“Dengan bekal ilmu agama, diharapkan warga binaan tidak hanya memperoleh kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga memiliki kesadaran spiritual dan akhlak yang lebih baik sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat,” tandasnya.(*)







