BBWS dan Kejati Sulsel Laksanakan Monev P3-TGAI di Takalar, Pengamanan Strategis Jadi Perhatian

BBWS dan Kejati Sulsel Laksanakan Monev P3-TGAI di Takalar, Pengamanan Strategis Jadi Perhatian

HUT ke-81 RI Bupati dan Wakil Bupati Takalar

SUARASELATAN.com, Takalar – Pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Kabupaten Takalar terus dikawal melalui monitoring dan evaluasi (Monev).

Kegiatan ini melibatkan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang bersama Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel) untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai ketentuan dan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Bacaan Lainnya

HUT ke-81 RI Ketua DPRD Takalar

Rapat Monev tersebut berlangsung pada Kamis, 13 Agustus 2026, di Kelurahan Bontokadatto, Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Kabupaten Takalar. Kegiatan diikuti unsur BBWS Pompengan Jeneberang, PPK OP PTGA, Satker OP SDA, KMB, kelompok P3A-TGAI serta jajaran Kejati Sulsel.

Dari pihak BBWS Pompengan Jeneberang hadir PPK OP PTGA Satker OP SDA, Asriani, ST., MT. Kehadiran unsur teknis tersebut menjadi bagian dari proses evaluasi terhadap pelaksanaan program di lapangan.

Sementara dari Kejati Sulsel, kegiatan tersebut melibatkan Kasi IV Pengamanan Pembangunan Strategis pada Subdirektorat Asisten Bidang Intelijen Kejati Sulsel. Kehadiran unsur intelijen tersebut secara khusus berkaitan dengan fungsi pengamanan pembangunan strategis, terutama dalam mengidentifikasi dan mengantisipasi Ancaman, Gangguan, Hambatan dan Tantangan (AGHT).

Dalam pelaksanaan tugasnya, fungsi tersebut menjadi bagian penting untuk mendukung agar program pembangunan dapat berjalan dengan baik serta berbagai potensi persoalan yang dapat menghambat pelaksanaan kegiatan dapat diketahui dan diantisipasi sejak dini.

Dalam rapat Monev, sejumlah aspek pelaksanaan P3-TGAI menjadi bahan pembahasan, mulai dari perkembangan kegiatan, koordinasi di lapangan, kendala yang dihadapi kelompok penerima hingga berbagai potensi AGHT yang perlu menjadi perhatian bersama.

Pengarahan dari pihak Kejati Sulsel dalam hal ini Kasi IV Pengamanan Pembangunan Strategis pada Subdirektorat Asisten Bidang Intelijen Kejati Sulsel juga memberikan pemahaman kepada para pelaksana dan kelompok P3A-TGAI mengenai pentingnya menjalankan program secara tertib, transparan dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Pendekatan tersebut bukan semata-mata untuk melakukan pengawasan, tetapi juga sebagai langkah pencegahan agar berbagai potensi persoalan dapat diminimalkan selama proses pelaksanaan program.

Sinergi antara Kejati Sulsel dan BBWS Pompengan Jeneberang diharapkan mampu memperkuat pengawalan program P3-TGAI, sehingga setiap tahapan kegiatan dapat berjalan sesuai rencana dan tepat sasaran.

Program P3-TGAI sendiri memiliki peran strategis dalam mendukung masyarakat, khususnya petani, melalui peningkatan tata guna air irigasi. Infrastruktur irigasi yang baik diharapkan dapat menunjang ketersediaan air bagi lahan pertanian dan membantu meningkatkan produktivitas masyarakat.

Karena itu, keterlibatan PPK OP PTGA, Satker OP SDA, KMB dan kelompok P3A-TGAI dalam kegiatan Monev menjadi bagian penting untuk memastikan komunikasi dan koordinasi di lapangan tetap berjalan.

Melalui monitoring dan evaluasi secara berkala, berbagai kendala dapat segera diidentifikasi, sementara potensi Ancaman, Gangguan, Hambatan dan Tantangan (AGHT) dapat diantisipasi sejak awal.

Dengan pengawalan bersama antara BBWS Pompengan Jeneberang dan Kejati Sulsel, pelaksanaan P3-TGAI di Kabupaten Takalar diharapkan berjalan secara optimal, akuntabel dan memberikan manfaat nyata serta berkelanjutan bagi masyarakat penerima program.(*)

Pos terkait