Kalapas Takalar Pimpin Apel, Tekankan 15 Program Aksi

Kalapas Takalar Andi Gunawan memimpin apel pagi staf untuk penguatan 15 program aksi di halaman kantor
Andi Gunawan saat memimpin apel pagi staf di Lapas Takalar untuk menekankan implementasi 15 program aksi, Senin (11/5/2026). (Foto: Humas Kalapas Takalar)

Hardiknas 2026, Bupati Takalar - suaraselatan

Selamat Hardiknas -Sekwan DPRD Takalae - Suaraselatan

SUARASELATAN.com, Takalar –  Kalapas Takalar, Andi Gunawan, memimpin apel pagi staf. Kegiatan ini sebagai komitmen menjaga kedisiplinan dan integritas petugas, Senin 11 Mei 2026.

Andi Gunawan, dalam amanatnya mengajak petugas memahami dan mendukung penuh implementasi 15 program aksi Kemenimipas. Ia meminta setiap seksi dan subseksi untuk menyusun langkah-langkah konkrit agar program dapat terlaksana secara optimal dan berkelanjutan.

Bacaan Lainnya

Selamat Hari Kartini - Bupati dan Wakil Bupati Takalar - Suara Selatan

Ketua DPRD Takalar

Kalapas Takalar Tekankan Implementasi 15 Program Aksi Kemenimipas

“Pelaksanaan 15 program aksi ini bukan hanya sekadar pemenuhan administratif, tetapi harus benar-benar diwujudkan dalam kerja nyata yang bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan warga binaan,” jelas Andi Gunawan.

Selain itu, Kalapas Takalar menegaskan agar seluruh pegawai tetap menjaga profesionalisme, disiplin, dan loyalitas dalam bekerja, serta senantiasa memberikan pelayanan terbaik sesuai dengan aturan dan standar yang berlaku.

Pelayanan Publik: Fokus Utama Lapas Takalar Bagi Masyarakat

“Pelayanan terbaik adalah hak masyarakat dan kewajiban kita untuk memenuhi itu. Mari kita jawab kepercayaan itu dengan bekerja profesional,” pintanya.

Terakhir, Kalapas menekankan kepada jajaran untuk membantu meningkatkan citra positif organisasi dengan memberikan interaksi di setiap konten yang diunggah.

“Minimal memberikan suka kepada konten yang diunggah sehingga jangkauan kontennya lebih luas,” tandasnya.

Sebagai informasi, 15 Program Aksi Kemenimipas Tahun 2026 yang ditekanan dalam apel tersebut meliputi berbagai aspek strategis, di antaranya:

  1. Penguatan layanan keimigrasian berbasis digital.
  2. Penguatan pemeriksaan keimigrasian di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI).
  3. Penyederhanaan regulasi visa bisnis, golden visa, dan izin tinggal investor yang mendukung peningkatan investasi.
  4. Penyuluhan hukum keimigrasian oleh Petugas Imigrasi Pembina Desa (Pimpasa) untuk mencegah tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan tindak pidana penyelundupan manusia (TPPM).
  5. Pemenuhan sarana dan prasarana pos lintas batas tradisional dan pos imigrasi lainnya, dan penambahan autogate di TPI bandara, pelabuhan laut, dan Pos Lintas Batas Negara (PLBN).
  6. Memberantas peredaran narkoba dan pelaku penipuan dengan berbagai modus di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan Negara (Rutan).
  7. Mengatasi permasalahan overcapacity dan overcrowding dengan solusi yang komprehensif.
  8. Kemandirian pangan melalui program pertanian, perikanan, dan peternakan di Lapas dan Rutan dengan memanfaatkan lahan-lahan tidur (idle).
  9. Pembangunan dapur sehat di Lapas dan/atau Rutan dengan memberdayakan warga binaan pemasyarakatan yang tersertifikasi untuk mendukung program makan bergizi gratis.
  10. Pemasaran produk hasil karya Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
  11. Pendidikan kesetaraan bagi narapidana dan anak binaan.
  12. Efisiensi energi melalui pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) dengan penggunaan solar cell dan biogas untuk daerah tertinggal, terdepan, dan perbatasan.
  13. Layanan pemeriksaan kesehatan gratis dan kegiatan bakti sosial bagi masyarakat di sekitar unit pelaksana teknis imigrasi dan pemasyarakatan.
  14. Fasilitasi rumah bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenimipas.
  15. Peningkatan kompetensi sumber daya manusia melalui penyelenggaraan Massive Open Online Courses (MOOC) dan pendidikan vokasi Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Pos terkait