SUARASELATAN.COM, Takalar – Lapas Takalar membuktikan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
Hal itu dibuktikan dari keberhasilan Lapas Kelas IIB Takalar melaksanakan panen jagung, Selasa 19 Mei 2026.
Kepala Subseksi Bimbingan Kerja, Rizal, mengatakan jika lahan pertanian ini dikelola langsung oleh warga binaan.
“Mulai dari pengolahan lahan, penanaman bibit dan perawatan tanaman. Seluruh proses pengolahan ini memakan waktu kurang lebih tiga bulan hingga siap panen,” ujar Rizal.
Lapas Takalar Ubah Lahan Kosong Jadi Area Pertanian Produktif
Rizal menambahkan jika, budidaya jagung ini merupakan budidaya yang pertama kali dikembangkan dengan memanfaatkan lahan kosong tersedia.
“Kami memanfaatkan setiap lahan kosong yang tersedia agar bisa menjadi lahan produktif. Selain jagung kami membudidayakan timun, terong, cabe, hingga ubi,” Ungkap Rizal, Kepala Subseksi Bimbingan Kerja.
Kalapas Andi Gunawan: Pembinaan Taktis Bentuk Karakter dan Jiwa Mandiri
Kepala Lapas Takalar, Andi Gunawan, menyampaikan jika pembinaan pertanian ini punya peran di dalam membentuk karakter dan kemandirian warga binaan.
“Lewat pembinaan ini, kami ingin warga binaan menanamkan nilai kedisiplinan, kesabaran, kerja keras sekaligus memperoleh edukasi sehingga ini akan menjadi bekal mereka saat bebas nantinya,” ujar Kalapas Takalar, Andi Gunawan.
Andi Gunawan menambahkan jika, Lapas Takalar berkomitmen untuk mendorong kemandirian dan produktivitas warga binaan.
“Ini merupakan komitmen kami mendukung program aksi Kementerian Imigrasi Pemasyarakatan. Kami bukan hanya fokus di bidang pertanian, namun kami juga mengembangkan kemandirian di bidang perikanan,” tandasnya.(*)






