Lapas Takalar Gelar Maulid Nabi, Perkuat Keteladanan dan Pembinaan Kepribadian Warga Binaan

Lapas Takalar Gelar Maulid Nabi, Perkuat Keteladanan dan Pembinaan Kepribadian Warga Binaan
Kepala Lapas Kelas IIB Takalar Andi Gunawan (tengah) bersama penceramah Ustaz Sahlan Hamzah, jajaran petugas, dan pengurus DWP menunjukkan deretan ember hias maulid usai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid At-Taubah Lapas Takalar, Jumat (28/8/2026).

HUT ke-81 RI Bupati dan Wakil Bupati Takalar

SUARASELATAN.com, Takalar – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Takalar menggelar kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid At-Taubah Lapas Takalar. Kegiatan tersebut diikuti oleh petugas Lapas, anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP), serta warga binaan, Jum’at 28 Agustus 2026.

Peringatan Maulid Nabi menjadi momentum untuk meningkatkan keimanan sekaligus memperkuat pembinaan kepribadian warga binaan. Melalui kegiatan keagamaan ini, seluruh peserta diajak untuk mengenang perjuangan dan meneladani akhlak mulia Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Bacaan Lainnya

Ust. Sahlan Hamzah, penceramah dalam kegiatan ini, mengajak seluruh warga binaan untuk menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam menjalani kehidupan, khususnya dalam menjaga kejujuran dan senantiasa menyampaikan kebenaran.

“Kita harus mengikuti teladan Rasulullah SAW untuk selalu mengungkapkan kebenaran dan menjaga kejujuran. Selain itu, kita juga dituntut memiliki kecerdasan dalam mengelola sesuatu, apa pun profesi yang kita jalani. Kecerdasan bukan hanya dalam berpikir, tetapi juga bagaimana kita mengambil keputusan dan menjalankan amanah dengan baik,” katanya.

lebih lanjut, Ust. Sahlan berharap, pembinaan yang dijalani warga binaan selama berada di Lapas dapat menjadi bekal untuk meninggalkan perilaku yang tidak baik, sekaligus memperbaiki kehidupan dari sisi akidah, ibadah, maupun muamalah.

“Kita berharap setelah menjalani pembinaan di sini, mereka tidak lagi melakukan hal-hal yang dapat merugikan dirinya maupun orang lain. Baik dari sisi akidah, ibadah, maupun muamalah, semuanya dapat diperbaiki. Mudah-mudahan ke depannya mereka bisa keluar dari sini dengan ilmu yang diperoleh dan mampu menerapkannya di tengah masyarakat,” tuturnya.

Salah seorang warga binaan, LP, yang mengikuti kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW mengungkapkan rasa syukur karena dapat mengikuti kegiatan keagamaan yang memberikan motivasi untuk memperbaiki diri. “Banyak pelajaran yang kami dapat, terutama tentang kejujuran, kebaikan, dan bagaimana meneladani akhlak Rasulullah.”

Kepala Lapas Kelas IIB Takalar, Andi Gunawan, mengatakan bahwa kegiatan Maulid Nabi tidak hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga bagian dari upaya pembinaan mental dan spiritual bagi warga binaan.

“Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, kami berharap warga binaan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT, serta mampu meneladani sikap dan akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai keteladanan tersebut diharapkan dapat membentuk pribadi yang lebih baik dan memberikan manfaat bagi sesama,” kata Andi.

Andi Gunawan, pembinaan keagamaan merupakan salah satu aspek penting dalam proses pemasyarakatan. Dengan memperkuat nilai-nilai spiritual dan moral, warga binaan diharapkan memiliki bekal yang lebih baik ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat.

“Pembinaan bukan hanya tentang keterampilan dan kemandirian, tetapi juga bagaimana membangun karakter dan kepribadian. Kami ingin warga binaan setelah menjalani masa pidana dapat kembali sebagai pribadi yang lebih baik, mampu diterima masyarakat, serta memberikan kontribusi positif di lingkungannya,” tandasnya.(*)

Pos terkait