SUARASELATAN.com, Takalar – Di tengah pesatnya arus transformasi digital, Muhammad Nur Rasul, pemuda inspiratif asal Kabupaten Takalar, resmi menghadirkan Zigid Indonesia (Zona Inovasi dan Gerakan Literasi Digital) sebagai ruang kolaborasi strategis bagi generasi muda.
Melalui wadah ini, mahasiswa Ilmu Pemerintahan Unismuh Makassar tersebut berkomitmen mengonversi penggunaan media sosial menjadi gerakan literasi, edukasi dan pemberdayaan masyarakat yang berdampak nyata.
Sosok Muhammad Nur Rasul dikenal aktif di berbagai kegiatan organisasi, jurnalistik, kepemudaan, hingga gerakan literasi masyarakat. Semangatnya untuk terus belajar dan bergerak tumbuh sejak duduk di bangku sekolah.
Riwayat Pendidikan Muhammad Nur Rasul Pelopor Zigid Indonesia
Perjalanan pendidikannya dimulai di SDN No.167 Inpres Malewang, kemudian melanjutkan pendidikan di SMPN 1 Polongbankeng Utara, dan SMAN 6 Takalar. Selama masa sekolah, ia dikenal sebagai sosok yang aktif membangun ruang kreativitas dan pengembangan diri bagi pelajar.
Di dunia organisasi, Muhammad Nur Rasul memiliki perjalanan yang cukup panjang. Ia pernah dipercaya sebagai Wakil Ketua Forum OSIS Daerah Takalar, Ketua Forum Anak Kecamatan Polongbankeng Utara, hingga Ketua Tim Jurnalistik dan Karya Sastra SMAN 6 Takalar Periode 2023–2024.
Tidak hanya itu, ia juga menjadi Inisiator Sekolah Jurnalistik SMAN 6 Takalar sebagai wadah pengembangan kemampuan menulis, jurnalistik dan literasi bagi para pelajar.
Aktivitasnya di dunia kepemudaan dan literasi terus berkembang melalui keterlibatannya di berbagai komunitas dan organisasi seperti OSIS SMAN 6 Takalar, Penggiat Literasi Dewagun, Rumah Baca Pesisir, hingga Forum Duta Baca Sulawesi Selatan.
Bagi Muhammad Nur Rasul, literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami perkembangan zaman dan memanfaatkan media secara bijak.
Prestasi dan Penghargaan Muhammad Nur Rasul Dibidang Pendidikan dan Literasi
Dedikasinya di bidang pendidikan dan literasi juga membawanya meraih berbagai penghargaan dan prestasi. Ia pernah meraih Juara 2 Duta Baca Pelajar Kabupaten Takalar, Harapan 2 Putra Duta GenRe Takalar, serta menjadi penulis terpilih nasional dan terbaik di beberapa ajang kepenulisan.
Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa anak muda daerah juga mampu bersaing dan berkarya di tingkat yang lebih luas.
Namun, perjalanan Muhammad Nur Rasul tidak hanya berhenti pada prestasi pribadi. Ia memilih turun langsung ke masyarakat melalui berbagai kegiatan pengabdian literasi.
Rekam Jejak Prestasi dan Pengabdian di Kepulauan Tanakeke
Salah satu kegiatan yang cukup mendapat perhatian adalah gerakan literasi di wilayah Kepulauan Tanakeke, Kabupaten Takalar. Di wilayah kepulauan tersebut, ia bersama rekan-rekannya menghadirkan kegiatan edukasi, membaca bersama, hingga motivasi belajar bagi anak-anak pesisir.
Menurutnya, pendidikan dan literasi harus dapat dirasakan oleh seluruh anak bangsa tanpa memandang wilayah dan latar belakang. Karena itu, ia terus mendorong hadirnya gerakan-gerakan sosial yang mampu membuka akses pengetahuan bagi masyarakat, khususnya generasi muda di daerah.
Zigid Indonesia Menjadi Wadah Para Pelajar Mengembangan Kemampuan dibidang Literasi
Dari semangat itulah lahir Zigid Indonesia, sebuah gerakan yang berfokus pada inovasi, literasi digital, pendidikan, dan pengembangan pemuda. Melalui Zigid Indonesia, Muhammad Nur Rasul ingin membangun ruang kolaborasi bagi generasi muda agar mampu menjadi pribadi yang kreatif, inovatif, dan cerdas bermedia di era digital.
Berbagai program mulai digagas untuk mendukung lahirnya generasi muda yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman. Mulai dari edukasi literasi digital, pelatihan kepemudaan, pengembangan kreativitas, hingga program “Duta Cerdas Bermedia” yang diharapkan mampu melahirkan figur muda inspiratif dan menjadi teladan dalam penggunaan media sosial secara positif.
Media Digital Menjadi Ruang Menyebarkan Edukasi, Inspirasi dan Gerakan Sosial
Bagi Muhammad Nur Rasul, media digital seharusnya tidak hanya menjadi tempat hiburan semata, tetapi juga menjadi ruang untuk menyebarkan edukasi, inspirasi, dan gerakan sosial yang berdampak bagi masyarakat.
“Anak muda hari ini harus mampu menjadi pelopor perubahan. Bukan hanya aktif di media sosial, tetapi juga mampu menghadirkan karya, edukasi, dan pengaruh positif bagi lingkungan sekitar. Zigid Indonesia hadir untuk menjadi ruang tumbuh dan kolaborasi bagi generasi muda Indonesia,” ungkapnya.
Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian terhadap pendidikan, Muhammad Nur Rasul berharap Zigid Indonesia dapat terus berkembang sebagai gerakan anak muda yang membawa dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam membangun budaya literasi dan kecerdasan bermedia di Indonesia.(*)


