Pemkab Takalar Teken MoU dengan Bank BTN, Bidik Digitalisasi PAD dan UMKM

Pemkab Takalar Teken MoU dengan Bank BTN, Bidik Digitalisasi PAD dan UMKM
Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye (tiga dari kiri) bersama RCEO Kanwil Sulampua Bank BTN Romeo Daniel Mekenru Van Enst (tiga dari kanan) menunjukkan naskah MoU kerja sama perbankan dan digitalisasi layanan di Hotel Mercure Makassar, Jumat (28/8/2026).

HUT ke-81 RI Bupati dan Wakil Bupati Takalar

SUARASELATAN.com, Makassar – Pemerintah Kabupaten Takalar resmi menjalin kerja sama dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (Bank BTN) untuk memperkuat layanan masyarakat dan mendorong transformasi digital daerah, yang ditandai melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Hotel Mercure Makassar pada Jum’at, 28 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, RCEO Kanwil Sulampua Bank BTN Romeo Daniel Mekenru Van Enst, Branch Manager Fahmi Susvianto, jajaran Bank BTN serta sejumlah pejabat perangkat daerah Kabupaten Takalar.

Bacaan Lainnya

HUT ke-81 RI Ketua DPRD Takalar

Dalam sambutannya, Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye mengatakan, kerja sama dengan BTN merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Takalar mencari mitra strategis untuk menghadirkan solusi perbankan yang dapat mendukung kebutuhan pemerintah sekaligus memberikan pelayanan yang lebih mudah bagi masyarakat.

Menurut Bupati, komunikasi antara Pemkab Takalar dan BTN telah berlangsung sebelumnya, termasuk pertemuan dengan jajaran Bank BTN di Kantor Pusat BTN di Jakarta. Dari komunikasi tersebut kemudian berkembang gagasan untuk membangun kolaborasi yang lebih konkret melalui penandatanganan MoU.

“Ini berarti hubungan emosionalnya bagus. Tadi pagi baru salaman dengan Pak Romeo, padahal sebelumnya kami hanya chat-chat-an,” ujar Bupati Takalar.

Bupati menegaskan, Pemerintah Kabupaten Takalar saat ini tengah melakukan transformasi birokrasi dengan menempatkan digitalisasi sebagai salah satu fondasi utama.

Ia menyebut transformasi organisasi setidaknya mencakup tiga aspek penting, yakni people, process, dan IT. Menurutnya, sumber daya manusia harus disiapkan, proses birokrasi disederhanakan, sementara teknologi informasi menjadi instrumen penting untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan.

“Transformasi mengenal tiga, ada people, process, dan IT. Orangnya, prosesnya disederhanakan, kemudian berbasis IT. Kehadiran IT sekarang ini tidak bisa dinafikan lagi. Mau tidak mau, suka tidak suka, harus,” tegas Bupati Takalar.

Bupati juga mendorong perubahan budaya kerja pemerintahan dari pola administrasi berbasis dokumen fisik menuju sistem digital dan paperless.

Ia mengaku ingin membawa pengalaman transformasi digital yang pernah diterapkannya di dunia korporasi ke dalam tata kelola Pemerintah Kabupaten Takalar.

“Impian dan kebiasaan saya ini saya coba bawa ke Pemerintah Kabupaten. Apa pun layanannya, saya ingin digital semua sehingga sangat gampang,” katanya.

Digitalisasi Pendapatan Daerah

Salah satu ruang kolaborasi yang menjadi perhatian dalam kerja sama tersebut adalah digitalisasi pengelolaan pendapatan daerah.

Bupati meminta agar sumber-sumber pendapatan daerah dapat dipetakan dan dikembangkan dengan dukungan teknologi sehingga pemerintah dapat mengetahui kondisi pendapatan secara lebih cepat dan akurat.

Digitalisasi tersebut nantinya dapat menyentuh berbagai sektor, mulai dari pembayaran parkir yang dikelola Dinas Perhubungan, transaksi pasar, tiket destinasi wisata, hingga sistem pembayaran layanan rumah sakit.

“Jadi real time kita bisa melihat berapa jumlah pendapatan kita dan bisa melakukan evaluasi. Nah, di sinilah pentingnya Pemerintah Takalar dengan BTN untuk melakukan digitalisasi,” jelasnya.

Menurut Bupati, kerja sama dengan BTN juga akan diarahkan pada pengembangan sistem yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan Pemerintah Kabupaten Takalar.

Ia menekankan bahwa setiap daerah memiliki kebutuhan dan karakteristik berbeda sehingga solusi digital yang diterapkan tidak harus seragam.

“Produk yang ada bisa kita lihat, kemudian kita sesuaikan dengan kebutuhan Takalar. Saya ingin dashboard-nya seperti ini, report-nya seperti ini. Jadi perlu dikustomisasi,” ujarnya.

Potensi 14 Ribu UMKM

Selain digitalisasi pemerintahan, Bupati Daeng Manye juga membuka peluang kolaborasi perbankan dalam pengembangan sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Ia menyebut Pemerintah Kabupaten Takalar saat ini tengah melakukan pemetaan dan verifikasi data UMKM. Dari data awal sekitar 50 ribu UMKM, setelah dilakukan verifikasi lapangan, terdapat sekitar 14 ribu UMKM yang dinilai perlu mendapatkan pembinaan dan pengembangan lebih lanjut.

Menurutnya, UMKM tersebut akan terus didorong untuk meningkatkan literasi digital, termasuk dalam transaksi dan pemasaran secara daring.

“14 ribu ini kita adakan literasi terus untuk pengembangan UMKM. Nanti mereka transaksinya lewat online, cashless, dan ada di web,” katanya.

Bupati menegaskan, Pemerintah Kabupaten Takalar terbuka terhadap seluruh perbankan untuk ikut mengambil bagian dalam pengembangan UMKM.

“Silakan berlomba-lomba. Dari 14 ribu ini mau pakai BTN silakan, mau pakai Mandiri silakan, mau pakai BRI silakan. Kompetisinya bebas,” tegasnya.

Takalar Jadi Penyangga Pertumbuhan Makassar

Potensi kerja sama lainnya berada pada sektor perumahan. Bupati melihat posisi Takalar yang berada dalam kawasan Mamminasata dan berbatasan dekat dengan Kota Makassar menjadi peluang besar bagi pertumbuhan kawasan permukiman.

Mobilitas masyarakat Takalar yang bekerja di Makassar, menurutnya, menunjukkan adanya keterkaitan ekonomi yang semakin kuat antara kedua daerah.

Kondisi tersebut turut mendorong pertumbuhan perumahan di Takalar yang dinilai menjadi peluang strategis bagi Bank BTN, mengingat sektor pembiayaan perumahan merupakan salah satu kekuatan utama BTN.

“Takalar ini adalah penyangga daripada Makassar. Ekonomi Makassar tumbuh, pasti percikannya kena Takalar. Dan itu menjadi potensi besar sehingga banyak developer kita yang membangun perumahan,” ujarnya.

Bupati bahkan berencana mempertemukan para pengembang perumahan di Takalar dengan pemerintah daerah melalui Dinas Pekerjaan Umum untuk membahas pengembangan kawasan perumahan yang sesuai dengan tata ruang daerah.

BTN Siap Jadi Mitra Strategis Takalar

Sementara itu, RCEO Kanwil Sulampua Bank BTN Romeo Daniel Mekenru Van Enst menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama antara Bank BTN dan Pemerintah Kabupaten Takalar.

Ia menilai Takalar memiliki potensi ekonomi yang besar, khususnya pada sektor pertanian, perikanan dan perdagangan.

“Takalar memiliki potensi yang luar biasa, baik dari sektor pertanian, perikanan dan perdagangan. Ini dapat mendukung pertumbuhan khususnya ekonomi di Sulawesi Selatan,” kata Romeo.

Menurutnya, visi Bupati Takalar untuk membawa daerah tersebut semakin maju sejalan dengan semangat Bank BTN untuk memperluas peran sebagai mitra strategis pemerintah daerah.

Romeo mengatakan, Bank BTN kini tidak hanya fokus pada pembiayaan perumahan, tetapi juga mulai memperkuat ekosistem layanan dan solusi digital bagi pemerintah maupun masyarakat.

“Selama ini Bank BTN terkenal hanya menyediakan fasilitas pembiayaan perumahan. Ternyata kita memiliki banyak sekali ekosistem yang bisa kita kerjakan,” ujarnya.

Ia memastikan Bank BTN akan memberikan dukungan penuh terhadap kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Takalar, termasuk dalam pengembangan digitalisasi layanan dan optimalisasi pendapatan daerah.

Romeo menjelaskan, digitalisasi dapat membantu pemerintah melakukan pemantauan transaksi dan pendapatan secara lebih transparan serta memudahkan perangkat daerah dalam melakukan monitoring.

“Ini satu awal yang saya berharap bisa dapat membantu, sama-sama berkolaborasi antara BTN dengan Takalar,” katanya.

Ia berharap MoU tersebut tidak berhenti pada seremoni penandatanganan, tetapi berkembang menjadi kolaborasi konkret yang memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah.

“Semoga MoU ini bisa menjadi makna ataupun kolaborasi yang memberikan kontribusi nyata untuk pembangunan serta terwujudnya Takalar yang semakin digital, maju, dan sejahtera untuk masyarakatnya,” harap Romeo.

Kerja sama Pemkab Takalar dan Bank BTN ini sekaligus menjadi momentum untuk menyusun langkah lanjutan berupa roadmap, timeline, serta pembentukan tim atau task force yang akan mengawal implementasi kerja sama.

Dengan kolaborasi tersebut, Pemkab Takalar berharap transformasi digital pemerintahan dapat berjalan lebih cepat, pelayanan publik semakin mudah dan transparan, sementara sektor UMKM, perumahan, BUMDes, koperasi, pasar hingga berbagai aktivitas ekonomi masyarakat dapat memperoleh dukungan pembiayaan dan layanan perbankan yang semakin terintegrasi.

Bagi Pemkab Takalar, kerja sama ini menjadi bagian dari langkah besar untuk mendorong daerah tidak hanya berjalan mengikuti perubahan, tetapi mampu bergerak lebih cepat melalui pemanfaatan teknologi dan kolaborasi dengan berbagai mitra strategis.(*)

Pos terkait