Hadiri Maulid di Sanrobone, Bupati Takalar Komitmen Aktifkan Kembali Tradisi A’dapu Minyak

Hadiri Maulid di Sanrobone, Bupati Takalar Komitmen Aktifkan Kembali Tradisi A'dapu Minyak
Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye (kedua kiri) didampingi Ketua TP PKK Takalar Hj. Dewi Sri Ekowati Firdaus (kedua kanan) saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan penganugerahan gelar kebangsawanan di Baruga Karaeng Karunrung, Desa Sanrobone, Minggu (6/9/2026).

HUT ke-81 RI Bupati dan Wakil Bupati Takalar

SUARASELATAN.com, Takalar – Bupati Takalar Muhammad Firdaus Daeng Manye didampingi Ketua TP PKK Takalar Dewi Sri Ekowati Firdaus menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan pemberian gelar kebangsawanan dari lingkungan Kerajaan Sanrobone.

Kegiatan tersebut berlangsung di Baruga Karaeng Karunrung, Batupute Dusun Lau, Desa Sanrobone, Kecamatan Sanrobone, Kabupaten Takalar, Minggu (6/9/2026).

Bacaan Lainnya

HUT ke-81 RI Ketua DPRD Takalar

Dalam sambutanya Bupati Takalar Muhammad Firdaus Daeng Manye mendorong penguatan kembali nilai sejarah, budaya, dan adat Kerajaan Sanrobone sebagai bagian dari upaya menjaga warisan leluhur dan memperkuat identitas masyarakat Kabupaten Takalar.

Ia menyebut keberadaan Benteng Sanrobone menjadi salah satu bukti sejarah kejayaan Kerajaan Sanrobone pada masa lalu.

“Kerajaan Sanrobone adalah kerajaan yang besar, yang punya nilai historis, punya nilai sejarah, dan punya nilai strategis,” kata Daeng Manye.

Bupati menegaskan, nilai-nilai sejarah tersebut tidak cukup hanya dikenang, tetapi perlu terus dihidupkan melalui berbagai kegiatan kebudayaan dan adat.

“Ini menjadi perhatian saya karena selaku anggota dan keluarga dari Kerajaan dan Masyarakat Sanrobone, saya merasa punya tanggung jawab moral,” ujarnya.

Daeng Manye menilai penguatan sejarah, budaya, dan adat dapat menjadi salah satu cara memperkuat pilar kehidupan masyarakat Takalar. Menurutnya, tradisi yang diwariskan para leluhur memiliki nilai sosial yang dapat mempererat hubungan antarmasyarakat.

Salah satu tradisi yang kembali diaktifkan adalah A’dapu Minyak yang dilaksanakan setiap tanggal 18. Tradisi tersebut menurut Daeng Manye merupakan bagian dari warisan leluhur yang dahulu menjadi sarana masyarakat untuk berkumpul, bersyukur, sekaligus mempererat tali silaturahmi.

“Saya mengaktifkan kembali A’dapu Minyak. Setiap tanggal 18 dirangkaikan dengan ulang tahun Kemerdekaan Republik Indonesia,” katanya.

Ia berharap kegiatan-kegiatan adat dan budaya dapat terus dikembangkan sehingga generasi muda tidak kehilangan keterikatan dengan sejarah daerahnya.

Selain peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pemberian gelar kebangsawanan kepada lima keluarga dari lingkungan Kerajaan Sanrobone.

Salah satu penerima gelar tersebut adalah Kasat Reskrim Polres Takalar, Iptu Dr. (c) Haryanto, S.H., M.M., yang dianugerahi gelar Daeng Pabeta.

Pemberian gelar tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan adat dan budaya Kerajaan Sanrobone sekaligus momentum untuk terus menjaga keberadaan nilai-nilai sejarah dan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.(*)

Pos terkait