SUARASELATAN.com, Makassar – Inovasi unik dihadirkan oleh tim dosen Fakultas Farmasi Universitas Muslim Indonesia (UMI). Mereka mengenalkan ramuan teh herbal yang memadukan kunyit, jahe, serai, teh hitam, hingga bunga kersen bagi masyarakat.
Racikan herbal tersebut diperkenalkan dalam kegiatan pengabdian masyarakat kepada anggota Majelis Taklim Al-Mukhlisin di Jalan Tinumbu, Kota Makassar, Sabtu (10/10/2026).
Ketua Tim Pengabdian, apt. St. Maryam, S.Si., M.Sc., menjelaskan bahwa bunga kersen memiliki kandungan senyawa kimia dengan aktivitas biologis yang berpotensi baik untuk kesehatan tubuh.
“Kombinasi bahan alami ini kami kemas menjadi minuman herbal dengan cita rasa yang nikmat. Namun, penggunaan herbal tetap harus bijak dan tidak serta merta menggantikan obat resep dokter,” ujar St. Maryam.
Selain meracik teh herbal, tim pengabdian yang didukung LPkM UMI ini juga memberikan edukasi mengenai penggunaan obat modern secara rasional, khususnya bagi penderita penyakit degeneratif seperti hipertensi, diabetes, asam urat, dan kolesterol.
Anggota tim, apt. Rahmawati, S.Si., M.Sc., menambahkan beberapa poin penting yang perlu diperhatikan masyarakat saat mengonsumsi obat dan herbal:
- Pahami Aturan Pakai & Dosis: Pastikan minum obat sesuai dosis dan waktu yang dianjurkan apoteker atau dokter.
- Waspadai Interaksi Obat: Jangan sembarangan mencampur obat kimia dengan ramuan herbal tanpa berkonsultasi dengan tenaga medis.
- Pengolahan yang Higienis: Pastikan bahan herbal dicuci bersih dan diolah dengan cara yang benar sebelum dikonsumsi.
Warga menyambut antusias edukasi dan praktik pembuatan teh herbal ini. Salah seorang anggota majelis taklim mengaku terkesan dengan rasa teh bunga kersen yang segar dan nyaman di tenggorokan.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Farmasi UMI berharap literasi kesehatan masyarakat semakin meningkat, sehingga warga lebih kritis dan bijak dalam memanfaatkan bahan alam sekitar untuk menjaga daya tahan tubuh.(*)











