Jemaah Haji Takalar 2026: Bupati Firdaus Daeng Manye Lepas 72 Tamu Allah dengan Haru

Suasana haru pelepasan jemaah haji Takalar 2026 oleh Bupati Firdaus Daeng Manye di depan Ruang Pola Kantor Bupati Takalar
Bupati Takalar, Ir. H. Muhammad Firdaus Daeng Manye, didampingi Ketua TP PKK dan jajaran Kemenag saat melepas rombongan jemaah haji Takalar di Jalan Jenderal Sudirman, Jumat (1/5/2026). (Foto: https://sulsel.kemenag.go.id)

SUARASELATAN.com, Takalar – Jemaah haji Takalar tahun 1447 H/2026 M sebanyak 72 orang secara resmi dilepas oleh Bupati Ir. H. Muhammad Firdaus Daeng Manye dalam suasana penuh haru, di Ruang Pola Kantor Bupati Takalar, Jumat 1 Mei 2026.

Sejak subuh, ratusan orang memadati lokasi acara di Jalan Jenderal Sudirman No. 26, Kelurahan Kalabbirang. Suasana haru dan emosional menyelimuti momen perpisahan antara calon jemaah dengan keluarga yang mengantarkan.

Bacaan Lainnya

Pelepasan Jemaah Haji Takalar Menuju Tanah Suci

Bupati Firdaus Daeng Manye yang didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Takalar, Dewi Sri Ekowati Firdaus, serta Kepala Kantor Kemenag Takalar, Solihin, dalam arahannya menekankan bahwa ibadah haji adalah perjalanan spiritual yang membutuhkan kesiapan lahir dan batin.

“Ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan hati. Saya berpesan agar jemaah senantiasa menjaga kesehatan, menjaga kekompakan, dan saling tolong-menolong selama berada di Tanah Suci,” ujar Bupati Takalar Firdaus Daeng Manye.

Tahun ini, Pemerintah Kabupaten Takalar melepas sebanyak 72 jemaah yang terbagi dalam beberapa Kloter, yaitu Kloter 16, 33, 42, dan 43. Mereka akan berangkat bersama jemaah dari wilayah lain seperti Gowa dan Maros. Dari total tersebut, sebanyak 69 jemaah hadir langsung dalam prosesi pelepasan.

“Saya berdoa semoga seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar, diberikan kesehatan, dan pulang membawa haji yang mabrur,” harap Bupati Takalar.

Salah satu momen yang menyentuh hati hadir adalah kisah Anggi (13 tahun), warga Dusun Soreang Baru, Desa Tamalate, Kecamatan Galesong Utara. Gadis belia ini mendapatkan kepercayaan untuk berangkat haji menggantikan almarhum ibunya yang telah meninggal dunia. Kisah ini menjadi simbol keteguhan iman dan bakti anak kepada orang tua.

Prosesi diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama, sebelum rombongan jemaah diberangkatkan menuju embarkasi untuk memulai perjalanan suci menuju Baitullah.(*)

Pos terkait