Tutup Festival Pondok Pesantren 2026, Bupati Daeng Manye Puji Bakat Kreatif Para Santri

Tutup Festival Pondok Pesantren 2026, Bupati Daeng Manye Puji Bakat Kreatif Para Santri
Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye saat memberikan sambutan sekaligus menutup secara resmi perhelatan Festival Pondok Pesantren se-Kabupaten Takalar 2026 di Lapangan Kantor Bupati Takalar, Sabtu (24/10/2026) malam.

Hari Santri Nasional, Bupati dan Wakil Bupati Takalar

Hut Sulsel ke 357, Bupati dan Wakil Bupati Takalar - Suaraselatan

SUARASELATAN.com, Takalar – Rangkaian perhelatan Festival Pondok Pesantren se-Kabupaten Takalar dalam rangka Hari Santri Nasional (HSN) 2026 resmi ditutup dengan meriah di Lapangan Kantor Bupati Takalar, Sabtu (24/10/2026) malam.

Selama tiga malam berturut-turut, pusat pemerintahan Kabupaten Takalar ini bertransformasi menjadi panggung kreativitas akbar yang menampilkan bakat, potensi, serta kekayaan seni budaya dari 24 pondok pesantren se-Butta Panrannuangku.

Bacaan Lainnya

Hari Kesaktian Pancasila - Bupati dan Wakil Bupati Takalar - Suaraselatan

Hari Kesaktian Pancasila - Muh. Ibrahim Bakri - Suaraselatan

 title=

Pelantikan Bupati Daeng Manye Jadi Ketua DPC HKTI Takalarr

Malam penutupan tampak hangat dan khidmat. Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, duduk di barisan terdepan bersama Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Pendidikan, jajaran Kepala OPD, serta para camat untuk menyaksikan langsung penampilan para santri.

Dalam sambutannya, Bupati Daeng Manye menyampaikan apresiasi mendalam atas antusiasme seluruh kontingen pondok pesantren yang menyukseskan acara ini.

“Alhamdulillah, selama tiga malam kita menyaksikan luar biasanya potensi santri Takalar. Festival ini membuktikan bahwa santri tidak hanya pintar mengaji, tapi juga kreatif, percaya diri, dan mampu tampil membanggakan,” ungkap Daeng Manye.

Ia menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar ajang hiburan semata, melainkan investasi krusial dalam membangun karakter generasi muda di daerah.

“Saya ingin santri Takalar menjadi pelopor kreativitas, penjaga nilai-nilai keislaman, sekaligus motor penggerak pembangunan. Pesantren harus menjadi pusat lahirnya generasi berilmu dan berdaya saing menuju Indonesia Emas,” tegasnya.

Melihat tingginya antusiasme masyarakat, Bupati Daeng Manye memastikan bahwa Pemkab Takalar akan menjadikan festival ini sebagai agenda rutin tahunan demi mempererat ukhuwah antar-pesantren.

“Pemerintah Kabupaten Takalar akan terus hadir mendukung pesantren. Karena memajukan pesantren berarti memajukan masa depan Takalar,” pungkasnya.

Perhelatan Festival Pondok Pesantren 2026 ini sukses meninggalkan kesan mendalam melalui lima agenda utamanya: Apel Santri, Pawai Santri, Pameran Potensi Pesantren, Pagelaran Seni Santri, dan Seminar Kepesantrenan.(*)

Pos terkait