SUARASELATAN.com, Takalar – Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, mengambil sumpah jabatan dan melantik pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Ruang Pola Kantor Bupati Takalar pada Selasa (3/11/2026).
Dalam prosesi pelantikan tersebut, Irwan, S.H. Daeng Jalling resmi dilantik mengemban amanah sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Kabupaten Takalar.
Agenda ini turut dihadiri Wakil Bupati Takalar H. Hengky Yasin, Sekretaris Daerah Drs. Ahmad Rivai, Kepala Inspektorat Muhammad Rusli, jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para camat, serta pejabat administrator lingkup Pemkab Takalar.
Bupati Firdaus Daeng Manye menyampaikan bahwa rotasi dan pelantikan jabatan merupakan langkah strategis organisasi untuk menyesuaikan kebutuhan penanganan tugas pemerintahan.
Ia mengucapkan selamat bertugas sekaligus mendorong pejabat baru untuk bekerja secara profesional dan responsif terhadap pelayanan publik.
Instruksi Khusus Penanganan Sampah Menyeluruh
Secara khusus, Bupati Daeng Manye menginstruksikan Kadis DLHP yang baru untuk memprioritaskan penanganan kebersihan dan pengelolaan sampah yang masih menjadi tantangan di berbagai sudut wilayah Takalar.
Persoalan sampah dinilai masih ditemukan di tingkat desa, kecamatan, kawasan perkotaan, bahu jalan utama, pasar, hingga aliran sungai.
Oleh karena itu, Bupati menegaskan bahwa urusan kebersihan lingkungan tidak boleh dibebankan kepada satu dinas saja, melainkan harus digerakkan menjadi kerja bersama lintas sektor.
”Yang kita inginkan adalah bagaimana Takalar ini bisa bersih. Bukan hanya dikerjakan oleh satu dinas, tetapi bagaimana menggerakkan seluruh sumber daya yang ada agar kebersihan dapat terwujud,” tegas Daeng Manye.
Ia meminta Kadis DLHP segera membangun komunikasi dan sinergi intensif bersama camat, lurah, kepala desa, serta instansi terkait untuk merumuskan tata kelola persampahan yang terpadu.
”Di desa masih banyak sampah, di kecamatan juga masih ada, di perkotaan, pinggir jalan, sungai, pasar dan tempat tempat lainnya. Ini membutuhkan kerja keras dan kerja cerdas agar kebersihan bisa terwujud dengan baik,” tambahnya.
Bangun Kolaborasi dan Tingkatkan Kompetensi
Selain penataan lingkungan, Bupati Daeng Manye mengingatkan bahwa mutasi merupakan hal biasa dalam birokrasi, sehingga setiap pejabat dituntut adaptable dan mampu memimpin dengan teladan.
Ia melarang para pimpinan OPD bekerja secara parsial atau sendiri sendiri tanpa koordinasi lintas sektor.
”Jangan tidak bisa bekerja sama. Seorang pemimpin harus mampu berada di depan dan menjadi penggerak. Laksanakan amanah dengan sebaik baiknya, bekerja profesional, dan terus tingkatkan kompetensi,” pesannya.
Melalui pelantikan ini, Pemkab Takalar berharap pengelolaan lingkungan hidup dan sistem penanganan sampah dapat dibenahi secara cepat dan berkesinambungan demi mewujudkan lingkungan Takalar yang bersih, sehat, dan nyaman bagi warga.(*)














