SUARASELATAN.com, Takalar – Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Takalar menunjukkan ketekunan dalam merawat tanaman sawi sebagai bagian integral dari program pembinaan kemandirian di sektor pertanian, Rabu (4/11/2026).
Kegiatan bercocok tanam ini tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan ketahanan pangan di lingkungan lapas, melainkan juga berfungsi sebagai sarana transfer keahlian praktis bagi warga binaan.
Kepala Subseksi Bimbingan Kerja (Kasubsi Bimker) Lapas Takalar, Rizal, menjelaskan bahwa pelibatan warga binaan secara langsung dalam setiap tahapan budidaya, mulai dari penyiraman, pemupukan, hingga pemeliharaan, bertujuan membangun mental kerja yang produktif.
“Perawatan tanaman sawi ini merupakan bagian dari pembinaan kemandirian berkelanjutan. Kami ingin warga binaan memiliki pengalaman langsung dan keterampilan pertanian yang matang, sehingga dapat menjadi bekal berguna saat kembali ke tengah masyarakat,” ujar Rizal.
Manfaat positif tersebut dirasakan langsung oleh salah seorang warga binaan berinisial NY. Ia mengaku kegiatan pertanian memberi warna tersendiri selama menjalani masa pembinaan di lapas.
“Melalui kegiatan ini, saya belajar teknik merawat tanaman dengan baik serta memahami bahwa hasil yang maksimal membutuhkan ketekunan. Pengalaman ini insyaallah akan saya manfaatkan setelah bebas nanti,” ungkap NY antusias.
Sementara itu, Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIB Takalar, Andi Gunawan, menegaskan komitmen jajarannya dalam mengoptimalkan pilar pembinaan kepribadian dan kemandirian secara berkesinambungan.
“Kegiatan ini sejalan dengan komitmen Lapas Takalar dalam mendukung Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), khususnya pada penguatan ketahanan pangan dan pemberdayaan warga binaan. Kami ingin mereka tidak hanya jera, tetapi juga memiliki keterampilan nyata yang bernilai ekonomis,” tegas Andi Gunawan.(*)














